Komite Audit - PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk.

Go to content

Main menu:

Komite Audit

 

Komite Audit

Perseroan membentuk Komite Audit berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No.IX.I.5, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit dan Peraturan BEI No. I.A Lampiran Keputusan Direksi BEI No. I.A No. Kep-00001/BEI/01-2014 tanggal dikeluarkan 20 Januari 2014 dan tanggal di berlakukan 30 Januari 2014 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham Yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Anggota Komite Audit diangkat oleh Dewan Komisaris berdasarkan persyaratan keanggotaan Komite Audit sebagaimana diatur dalam Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5, Lampiran keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit dan Piagam Komite Audit Perseroan tanggal 24 Mei 2013.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No. 036/CS/IV/2014 tanggal 16 April 2014, susunan Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut:
Ketua    : Jonathan L. Parapak
Anggota : Ridwan Masui
Anggota : Tandjung Kartawitjaya

Profil Komite Audit

Jonathan L. Parapak


Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak tahun 2014 berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 3 tanggal 7 September 2010, dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di Jakarta Timur. Jonathan L. Parapak ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Indosat pada tahun 1980 hingga 1991 dan kemudian dipercaya sebagai Komisaris Utama PT Indosat pada tahun 1991-1998. Beliau juga pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Parsenibud pada tahun 1991-1999. Kemudian, beliau berkarir di berbagai perusahaan terkemuka, di antaranya sebagai Komisaris Independen di PT Matahari Putra Prima Tbk pada tahun 2009-2014, Komisaris Independen di PT Lippo Karawaci Tbk sejak tahun 2011-2014 dan Komisaris Independen di PT Multipolar Technology Tbk sejak tahun 2013 sampai sekarang. Beliau juga membangun karir di bidang akademis dengan menjadi Rektor di Universitas Pelita Harapan sejak tahun 2006 hingga kini. Beliau meraih gelar di bidang Teknik dari University of Tasmania, Australia, pada tahun 1966 dan Master of Engineering Science dari University of Tasmania, Australia pada tahun 1968. Beliau juga meraih sejumlah gelar kehormatan, yaitu The Honorary Doctor of Humanity dari Ouachita Baptist University, USA, The Honorary Doctor of Engineering dari University of Tasmania, Australia, The Honorary Professorship in Education and Humanity dari Carban College, USA dan The Adjunct Professorship in Engineering dari Queensland University of Technology, Australia.

Ridwan Masui


Menjabat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2014, Ridwan Masui merupakan figur penting dalam perbankan Indonesia. Terutama saat beliau bergabung dengan Bank Indonesia selama kurun waktu 1988-2004, beliau sempat dipercaya untuk menduduki sejumlah jabatan penting, yakni Pemeriksa Bank Tingkat II Bank Indonesia Jakarta (1988-1995), Pengawas Bank Eksekutif Bank Indonesia Jakarta (1995-1996), Pengawas Bank Eksekutif Bank Indonesia Surabaya (1996-1998), Deputi Direktur Direktorat Pengawasan I Bank Indonesia Jakarta (1998-1999), Analis Eksekutif Senior Bank Indonesia Jakarta (1999-2000), Pengawas Bank Eksekutif Bank Indonesia Bandung (2000-2001), Koordinator Bidang Moneter, Sistem Pembayaran & Manajemen Intern Bank Indonesia Bandung (2002-2003), Direktur Direktorat Pemeriksaan Bank II Bank Indonesia Jakarta (2003-2004), Staf Ahli Deputi Gubernur bidang Perbankan Bank Indonesia (2004). Saat ini, pemilik gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi ini juga masih menjabat Komisaris di beberapa perusahaan.

Tandjung Kartawitjaya

Menjabat sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2014, Tandjung Kartawitjaya mengawali karirnya di Fiscasari Jakarta pada tahun 1967 sebagai Direktur Utama hingga tahun 1985. Pemilik gelar Sarjana Administrasi Niaga dari UNTAG Jakarta pada tahun 1975 ini kemudian bergabung dengan PT Nassau Nusantara Indah pada tahun 1986-1990. Beliau lalu berkarir di bidang perbankan saat menjabat sebagai Kepala Cabang Lippo Bank di Palembang pada tahu 1990-1992 dan sebagai Perwakilan Lippo Bank di Beijing, China dan Ho Chi Minh, Vietnam, pada kurun waktu 1993-1995. Di tahun 2004-2006, beliau ditunjuk sebagai penasihat KADINDA Sumatera Selatan, kemudian menjabat sebagai Komisaris Utama BPR Magga Jaya Utama pada tahun 2006-2010 dan sebagai Komisaris Independen PT Multi Prima Sejahtera Tbk pada tahun 2010-2014.

Pedoman Komite Audit

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit Perseroan dituangkan dalam Piagam Komite Audit. Pada tanggal 24 Mei 2013, Perseroan memiliki Piagam Komite Audit yang ditandatangani oleh Dewan Komisaris Perseroan. Piagam Komite Audit ini telah sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.1.5, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Di dalam menjalankan tugas dan wewenang, Komite Audit Perseroan bertindak secara independen.

Diantara tugas Komite Audit adalah memberikan pendapat atas laporan keuangan dan laporan lain yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris. Komite Audit melaksanakan tugas-tugas dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris antara lain:

1.
Melakukan pengidentifikasian atas hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan kebijakan khusus
    dari Dewan Komisaris;
2. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan kegiatan audit oleh Internal Audit Perseroan serta
    melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan Internal Audit;
3. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan diterbitkan oleh Perseroan, berupa laporan
    keuangan, proyeksi, maupun informasi keuangan lainnya;
4. Memberikan pendapatan independen atas laporan keuangan serta laporan lain yang disusun dan disampaikan
    oleh Direksi kepada Dewan Komisaris;
5. Melakukan evaluasi atas efektivitas penerapan Sistem Pengendalian Internal Perseroan, termasuk evaluasi
    atas efektivitas pelaksanaan pengawasan dan keamanan pada teknologi informasi yang digunakan;
6. Melakukan penelaahan serta memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait potensi terjadinya
    benturan kepentingan di dalam Perseroan;
7. Memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan Sistem Pengendalian Internal Perseroan
    dan implementasinya;
8. Memastikan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait
    dengan kegiatan usaha yang dijalankannya; dan
9. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan infomasi Perseroan.

 
 
Back to content | Back to main menu